Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Utara. Tampilkan semua postingan

(WISATA KE) MANADO (PART II)

Setelah sebelumnya berpetualang ke Bunaken (WISATA KE) BUNAKEN - MANADO (PART I), sekarang saya memutuskan untuk menjelajah bagian daratan dari Manado. Karena waktu yang terbatas dan sedikit senggak terencana, saya memutuskan untuk menyewa mobil dari hotel. Ternyata mereka punya paket-paket perjalanan wisata, fuih...menarik.... Jadi selain Bunaken, mereka menawarkan berbagai paket tujuan wisata lain di Manado. 

Ada dua paket wisata yang membuat saya tertarik, Paket Perjalananan ke Minahasa dan Paket Perjalanan ke Bitung. Dan saya akhirnya memutuskan ke Minahasa (hahaaa....). Untuk paket perjalanan ke Bitung (Bitung Tour) berisi perjalanan ke Waruga (kuburan batu >> situs tertua kebudayaan Minahasa tempo dulu), Naimudung Animal Collection (disini bisa melihat Tarsius Spectrum >> hewan khas Sulawesi Utara dengan mata yang menarik,,hoho...., juga ada kera hitam, dan teman-temannya yang lain), dan mengunjungi Pelabuhan Bitung, yang katanya merupakan salah satu pelabuhan alam terbaik di Indonesia.


Perjalanan ke Minahasa (Desa Tinoor-Tomohon-Danau Tondano)

Destinasi awal ialah melihat pemandangan Kota Manado di Desa Tinoor yang tingginya 500 m dari dasar laut. Selanjutnya akan melewati Kota Tomohon, yang disebut juga sebagai Kota Bunga. Perjalananan menuju ke Kota Tomohon dari Desa Tinoor juga banyak pemandangan yang seru. Lalu akan melewati Desa Woloan, dimana di desa ini banyak rumah kayu Minahasa. Ternyata rumah-rumah ini dijual, dan kita bisa memilih model dari rumah kayu yang dipamerkan di sisi jalan. Setelah itu, saya menuju ke Danau Tondano. Danau ini cukuplah luas. Selanjutnya ada Danau Linow. Berbeda dengan danau Tondano, danau ini berisi sulpur dan bisa berubah warna. Namun sayang, menurut saya danau ini tidaklah sebagus yang ada di brosur.





hasil anyaman bambu yang dijual oleh warga dapat ditemui diperjalanan

salah satu pemandangan sewaktu perjalanan

luasnya Danau Tonado (Dan enceng gondok yang memenuhi pinggiran)

jika ingin berolah raga, di tepi danau ada tempat pariwisata yang menyewakan bebek (hohoo...)

jajaran rumah kayu minahasa untuk dijual

Vihara Buddhayana

Sebenarnya setelah dari Danau Tondano, perjalanan di lanjutkan ke Bukit Kasih, namun karena terbatasnya waktu (hehe...mengejar pesawat...lagiiii...) dan lokasi Bukit Kasih yang lumayan jauh, saya memutuskan untuk tidak kesana.. Katanya di Bukit Kasih terdapat 5 bangunan ibadah dari 5 agama di Indonesia yang dibangun berdampingan (Masjid, Gereja Katolik, Vihara Buddha, Pura, Gereja Protestan). Semua bangunan ini mencerminkan bahwa masyarakat di Sulawesi Utara hidup dalam harmoni walaupun berbeda agama.

Manado memang mempunyai banyak tempat wisata, walaupun saya gagal menuju Bukit Kasih, atas saran supir yang mengantar saya, saya beralih destinasi ke Vihara Buddhayana, yang letaknya di Tomohon, sejalan dengan perjalanan pulang menuju bandara.

Di kawasan depan Vihara ini berjejer 18 patung Lohan atau Arhats, yaitu pengikut "delapan belas jalan" Buddha. Jalan ke dalam, terdapat Pagoda Ekayana, yang terdiri atas delapan tingkat. Dimana di depan pagoda terdapat juga patung nagaaaa.... Selain itu, juga terdapat Istana Kwan Im, yang istana nya bercat warna pink.

jajaran 18 patung arhats, pagoda, vihara


Pagoda

Istana Kwan In





Manado memang kota dengan banyak destinasi wisata. Dan apabila ada kesempatan datang ke Manado lagi....hohooo....saya pasti akan jalan-jalan berpetualang mengeksplorasi Manado kembali..^^


(WISATA KE) BUNAKEN - MANADO (PART I)

(WISATA KE) BUNAKEN - MANADO (PART I)

Perjalanan ini hampir setahun yang lalu saya lakukan. Perjalanan ini benar-benar singkat, sendiri, dan agak sedikit nekat, hehee.... Seperti biasa setelah menjalankan tugas kantor, selanjutnya menghabiskan waktu untuk mengeplorasi indahnya Indonesia. Namun, kali ini gara-gara waktu pekerjaan yang jauh melebihi bayangan dan tiket pulang yang udah terlanjur kebeli...waktu tersisa buat jalan-jalan hanya setengah hari aja. Yupps, setengah hari di Manado....meluncur ke Bunaken,,

Sebenarnya, ada 2 cara menuju Bunaken, menggunakan kapal angkutan masal (kapal taksi) atau sewa boat/kapal sendiri menuju Bunaken. Kapal taksi tersebut hanya sekali menuju ke Bunaken yaitu sekitar jam 14.00, dengan waktu tempuh 1 jam, dan kembali lagi ke Manado (Bunaken-Manado) sekitar jam 9.00. Harganya relatif murah, sekitar Rp10.000/penumpang. Karna ada selisih waktu sehari, maka jika menggunakan kapal ini, harus bermalam di Bunaken. Selain itu, kapal ini berhenti di daerah pemukiman warga di Bunaken, jadi jika ingin berwisata di daerah Bunaken, disarankan menyewa kapal kecil menuju tempat wisata Bunaken. Karna terbatasnya waktu saya memilih untuk menyewa boat saja....

Pagi-pagi, sekitar jam 7, buru-buru meninggalkan hotel (yang pasti sarapan yang banyak dulu...yummy......). Karna seorang diri, saya memutuskan untuk naek angkot jurusan "pasar 45" (untunglah hotel tempat saya menginap berada di pusat kota, jadi berasa lebih gampang). Begitu naek angkot, saya langsung bilang mau ke Bunaken. Sekali lagi, saya merasakan keramah-tamahan orang Indonesia.... selanjutnya dari tempat turun angkot, kira-kira harus berjalan 100 meter untuk mencapai darmaga.

Tujuan utama saya adalah snorkeling di Bunaken, dan cara utama saya menuju ke Bunaken adalah mencari orang yang mau saya tumpangin-sharing cost buat sewa kapal ke Bunaken. Maklumlah, itungannya bukan per penumpang melainkan per kapal.

Begitu sampai dermaga, saya langsung menuju tempat persewaan kapal dan menginformasikan bahwa saya mau cari orang yang mau berbagi kapal (sayang banged kalo cuman buat nyewa satu kapal satu orang...xixiiiiiii). Karna waktu yang terus berjalan (tik...toook....), jika jam 9.00 saya belum dapet orang yang mau saya tumpagin, saya mau memutuskan untuk sewa taksi dan keliling manado. Objek wisata di Manado kan bukan hanya Bunaken, hehee......(WISATA KE) MANADO (PART II)

Tapi takdir berkata lain, kenekatan saya berbuah hasil (yessss!!!!). Ada rombongan kantor juga yang mau ke Bunaken dan bersedia jika saya ikuuut...(yiiiippiie.....), dan mereka mau kalo sekitar jam 1 siang udah sampai di Manado kembali. Harga sewa boat untuk sekitar 6-7 orang sekitar Rp650.000 (kalo g salah inget, he.....).

Sekitar 45 menit, kita tiba di Bunaken. Selanjutnya, kita disarankan (oleh penjual-penjual dan orang sana) untuk menyewa baju untuk snorkeling. Biaya sewa baju + alat snorkeling sekitar Rp100.000-150.000 (agak lupa harganya).

Selanjutnya, mari kita melihat keindaan bawah laut dari Bunaken....keindahan warna dan bentuk dari ikan serta keindahan dari terumbu karang. Semuanya benar-benar mempesona!!!. Sebenarnya lebih mengasikan kalo kita bukan hanya snorkeling tapi diving di bawah laut Bunaken. Namun, harus ada jeda setelah diving dan naik pesawat, jedanya sekitar satu hari. Hal ini dikarenakan perbedaan tekanan. 


Setelah selesai snorkeling, dipinggiran pantai tersebut banyak penjual-penjual makanan, kebanyakan menu mereka ialah ikan bakar. Setelah menikmati  makan siang dan sepoinya angin pinggir pantai Bunaken, saat kembali ke Manado. Ombak di saat siang ternyata lebih tinggi dan mengguncang kapal dibandingkan dengan pagi hari (untung tahan mabuk...^0^.....).

Perjalanan ke Bunaken kali ini banyak dibantu oleh rombongan yang sudah banyak saya repotin. Terima kasih atas bantuan dan keramahannya...^^