(WISATA KE) TAMAN SAFARI INDONESIA - BOGOR

Setelah menjelajah daerah yang cukup jauh dari domisili saya, kali ini saya bermain di dekat Jakarta. Sebenernya karena enggak ada kerjaan aja, padahal ada dua hari tanggal merah, akhirnya saya dan teman-teman saya memutuskan untuk berpetualang menuju Taman Safari Indonesia di Bogor.

Walaupun cukup di Bogor, tapi saya dan teman-teman memutuskan untuk benar-benar berpetualang, mulai dari naek kereta hingga berganti-ganti angkot. Sebenernya sih biar ongkosnya murah aja (heheee.....). Karena itulah kami benar-benar memutuskan untuk pergi pagi-pagi hari. Pukul setengah tujuh pagi, kami sudah ada di Stasiun Cawang, untuk menuju ke stasiun Bogor. Disini bagi yang belum mempunyai kartu masuk kereta, bisa di beli/pinjem kartu di sini dengan tiket sekali jalan Rp3.500 dan jaminan kartu Rp5.000 (uang akan kembali jika kartu dikembalikan di loket). Perjalanan di kereta hampir memakan waktu satu jam, dan untunglah karena bukan hari biasa, kereta enggak begitu rame, jadinya saya bisa duduk dan tiduurr...hehe...

Sesampainya di stasiun, saya dan teman-teman membeli roti maryam untuk mengganjal perut, maklum, karena takut macet dan belum lagi gonta-ganti angkot, kami memutuskan untuk enggak makan pagi dulu di Stasiun. Tapi sebenernya, kalo mau makan dulku sih enggak apa-apa. Di pintu keluar stasiun ada beberapa penjual, seperti penjual bubur ayam, ketupan sayur, sampai asinan bogor....

Setelah keluar dari stasiun, saya naik angkot warna hijau nomor 03 menuju terminal baranang siang. Jarak dari stasiun ke terminal tidak terlalu jauh, dan cukup membayar Rp2.500. Saya berhenti tepat di sebrang terminal dan tidak perlu menyebrang ke dalam terminalnya. Dari sini, saya naik angkot berwarna biru jurusan ke Ciawi. Bilang saja mau berhenti di Tajur dan mau naek angkot jurusan ke Cisarua. Jaraknya cukup jauh dan ada macet di beberapa titik. Biaya angkot sebesar Rp4.000. Sebenernya, dari rumah saya dilewatin APTB jurusan Jakarta-Ciawi, tapi menurut saya dan teman-teman akan lebih cepat kalo naek kereta, karena belum pernah juga naek APTB jurusan ini.

Dari sini, kita naek angkot (lagiiiii....) jurusan ke Cisarua. Biar aman, jangan lupa bilang mau turun di Taman Safari. Sebenarnya angkot ini cuman sampai pertigaan masuk Taman Safari, tapi supirnya menawarkan untuk mengantar sampai Taman Safari. Akhirnya kami setuju, karena dari pertigaan jalan sampai ke Taman Safari, jaraknya cukup jauh, dan bisa ditempuh dengan ojek (kisaran biaya ojek disitu sekitar Rp20.000). Diperjalanan menuju ke Taman Safari, bisa dilihat banyak penjual yang menawarkan wortel. Jika ingin memberi makan hewan, lebih baik beli wortel, tapi karena males bawanya, kami memutuskan untuk tidak membeli. Ternyata si Supir hanya mematok harga Rp8.000 per orang, dengan rincian Rp5.000 sampai pertigaan ditambah Rp3.000 untuk sampai Taman Safari (hohoo...untung enggak mahal-mahal). Yang perlu diperhatikan ialah jam buka-tutup di daerah Puncak.

SABTU : 
Satu arah naik : Jakarta >> Puncak (Pkl. 09.00 s.d 11.30 WIB)
Satu arah turun : Puncak >> Jakarta (Pkl. 15.00 s.d 17.00 WIB)

MINGGU/LIBUR NASIONAL
Satu arah naik : Jakarta >> Puncak (Pkl. 09.00 s.d 11.30 WIB)
Satu arah turun : Puncak >> Jakarta (Pkl. 15.00 s.d 18.00 WIB)

Safari Malam (Buka Sabtu Malam atau hari spesial)
Satu arah Puncak : Pkl. 17.30 s.d 18.30)

Kemudian, saya dan teman-teman jalan menuju loket tiket masuk. Harga tiket masuk untuk dewasa Rp140.000 dan untuk anak-anak (1-5 tahun) Rp130.000. Di sini kita akan mendapat peta juga. Selanjutnya, menuju ke Bus Station. Disini ada bus gratis yang bisa pengunjung pakai untuk jalan-jalan melihat binatang. Maklum binatang ini tidak dikandang (kecuali beberapa binatang), namun dibiarkan hidup berkeliaran secara bebas. Pegawai Taman Safari pun banyak menyebar di kawasan tersebut. Namun sayang, beberapa bianatang buas terlihat terlalu malas-malasan dan mungkin mengantuk, entah mungkin karena siang hari....hiks. Katanya, kalo safari malam, binatang buas ini banyak yang bersuara termasuk mengaum denagn matanya yang menyala...hmm...menegangkan juga, sayangnya apabila malam, mungkin kecantikan hewan-hewan ini (termasuk coraknya) enggak terlihat secara jelas. 







Banyak binatang buas yang lagi males-malasan di siang hari

beberapa hewan hidup berdampingan


Selanjutnya, bus memberhentikan kita bukan diarea semula, namun berhenti di area rekreasi, mulai dari taman bermain, naik hewan (kuda, gajah, bahkan unta), dan berbagai pertunjukkan hewan (lokasi dan jam pertunjukan berbeda setiap jenis pertunjukan). Karena hari sudah siang, kami memutuskan makan siang terlebih dahulu di Rain Forest Resto, dan sholat di sekitar kawasan tersebut. Jika beruntung dan jam pertunjukkan yang pas, sembari makan kita bisa melihat pertunjukkan keahlian gajah tersebut (lokasinya persis di depan resto). 

Tempat pertunjukan gajah dari atas Rain Forest Resto



Selanjutnya, setelah makan, saya menuju ke kawasan baby zoo. Dikawasan ini, kita bisa melihat beberapa hewan (yang tentu saja dalam kandang), dan bisa berfoto dengan bayi hewan. Untuk berfoto dengan bayi orang utan dikenakan biaya Rp20.000 dan untuk bayi hewan lain dikenakan biaya Rp15.000.

baby animal di baby zoo....luv it

macan dengan corak yang menarik di kawasan baby zoo

benar-benar kayak kucing besar ajaa....

Dari sana kami memilih untuk menonton 4D, lokasinya di dekat resto tadi. Biayanya cukup mahal sebesar Rp50.000 dan waktu pertunjukkan enggak begitu lama. Selanjutnya, kami berencana yang gratis-gratis saja, kebetulan ada kereta gratis (pantesan antriannya enggak pendek). Saya pikir kereta ini hanya mengelilingi lebih banyak dari kawasan baby zoo, namun ternyata ketika memasuki trowongan, ada kejutan yang enggak saya kira.

Kemudian, saya jalan ke atas menuju tempat permainan. Saya dan teman-teman memilih masuk ke rumah hantu 3D (yang kebetulan gratis juga). Cukup sebentar juga permainannya. Disebelahnya, ternyata ada tempat menonton 8D dnegan waktu 20 menit dan harga Rp30.000 (hiks, lebih murah.....). Untuk permainan histeria ternyata sedang ada perbaikan, jadi terpaksa enggak bisa main teriak disini.

Selanjutnya, kami menonton pertunjukkan drama yang memperlihatkan kekompakan manusia dan hewan, dan mengajarkan kita untuk mencintai hutan demi kelangsungan hewan didalamnya juga. Dan karena sudah mau terlalu sore, perjalanan kami di tutup dengan menoton sirkus akrobat yang selesai sekitar Pkl 17.00.

pertunjukan kekompakan hewan-manusia yang ramai pengunjung

Kelincahan sirkus akrobat

Ini bagian bingungnya, karena enggak tau bagaimana balik ke bus station atau pintu masuk Taman Safari. Sayangnya, dikawasan ini kurang informatif, karena petunjuk arahnya yang cukup sedikit. Karena kami melihat ada tempat "Shuttle Bus", dengan polosnya kami rebutan naik, dan ternyata bus itu menuju parkir G (tujuan parkir G-tempat rekreasi PP). Dan kami tersesat di negara sendiri...di Bogoor....(hahaaaa......). Karena bingung, kami bertanya ke supir bus itu. Ternyata, harusnya dari tempat rekreasi itu, kami menunggu bus yang mengantar kami jalan-jalan itu datang, dan memang agak lama menunggunya. Akhirnya kami naek bus tersebut lagi, lalu di antar di pertigaan. Dari pertigaan itu kami jalan sebentar dan akhirnya ketemulah pintu masuk Taman Safari.

Dari sini, ada ojek ataupun angkot yang bisa mengantar kita sampai pertigaan (Rp5.000 untuk angkot), dan kita sambung angkot Cisarua-Ciawi, dst. Di dalam angkot sudah ada 4 orang, ditambah kami menjadi 8 orang. Supir angkot menawarkan mengantar sampai Baranang Siang. Setelah nego, didapatkan biaya Rp25.000 per orang (Rp200.000 satu angkot). Di sela perjalanan, kami berhenti sebentar untuk membeli oleh-oleh. Dari baranang siang, kami ke stasiun, dan naek kreta menuju Jakarta. Sesampainya di Stasiun Cawang, kami menukarkan kartu kereta nya, lumayan dapet Rp20.000 untuk modal naek taksi sampai rumah kami....hohooooo.....

(WISATA KE) MANADO (PART II)

Setelah sebelumnya berpetualang ke Bunaken (WISATA KE) BUNAKEN - MANADO (PART I), sekarang saya memutuskan untuk menjelajah bagian daratan dari Manado. Karena waktu yang terbatas dan sedikit senggak terencana, saya memutuskan untuk menyewa mobil dari hotel. Ternyata mereka punya paket-paket perjalanan wisata, fuih...menarik.... Jadi selain Bunaken, mereka menawarkan berbagai paket tujuan wisata lain di Manado. 

Ada dua paket wisata yang membuat saya tertarik, Paket Perjalananan ke Minahasa dan Paket Perjalanan ke Bitung. Dan saya akhirnya memutuskan ke Minahasa (hahaaa....). Untuk paket perjalanan ke Bitung (Bitung Tour) berisi perjalanan ke Waruga (kuburan batu >> situs tertua kebudayaan Minahasa tempo dulu), Naimudung Animal Collection (disini bisa melihat Tarsius Spectrum >> hewan khas Sulawesi Utara dengan mata yang menarik,,hoho...., juga ada kera hitam, dan teman-temannya yang lain), dan mengunjungi Pelabuhan Bitung, yang katanya merupakan salah satu pelabuhan alam terbaik di Indonesia.


Perjalanan ke Minahasa (Desa Tinoor-Tomohon-Danau Tondano)

Destinasi awal ialah melihat pemandangan Kota Manado di Desa Tinoor yang tingginya 500 m dari dasar laut. Selanjutnya akan melewati Kota Tomohon, yang disebut juga sebagai Kota Bunga. Perjalananan menuju ke Kota Tomohon dari Desa Tinoor juga banyak pemandangan yang seru. Lalu akan melewati Desa Woloan, dimana di desa ini banyak rumah kayu Minahasa. Ternyata rumah-rumah ini dijual, dan kita bisa memilih model dari rumah kayu yang dipamerkan di sisi jalan. Setelah itu, saya menuju ke Danau Tondano. Danau ini cukuplah luas. Selanjutnya ada Danau Linow. Berbeda dengan danau Tondano, danau ini berisi sulpur dan bisa berubah warna. Namun sayang, menurut saya danau ini tidaklah sebagus yang ada di brosur.





hasil anyaman bambu yang dijual oleh warga dapat ditemui diperjalanan

salah satu pemandangan sewaktu perjalanan

luasnya Danau Tonado (Dan enceng gondok yang memenuhi pinggiran)

jika ingin berolah raga, di tepi danau ada tempat pariwisata yang menyewakan bebek (hohoo...)

jajaran rumah kayu minahasa untuk dijual

Vihara Buddhayana

Sebenarnya setelah dari Danau Tondano, perjalanan di lanjutkan ke Bukit Kasih, namun karena terbatasnya waktu (hehe...mengejar pesawat...lagiiii...) dan lokasi Bukit Kasih yang lumayan jauh, saya memutuskan untuk tidak kesana.. Katanya di Bukit Kasih terdapat 5 bangunan ibadah dari 5 agama di Indonesia yang dibangun berdampingan (Masjid, Gereja Katolik, Vihara Buddha, Pura, Gereja Protestan). Semua bangunan ini mencerminkan bahwa masyarakat di Sulawesi Utara hidup dalam harmoni walaupun berbeda agama.

Manado memang mempunyai banyak tempat wisata, walaupun saya gagal menuju Bukit Kasih, atas saran supir yang mengantar saya, saya beralih destinasi ke Vihara Buddhayana, yang letaknya di Tomohon, sejalan dengan perjalanan pulang menuju bandara.

Di kawasan depan Vihara ini berjejer 18 patung Lohan atau Arhats, yaitu pengikut "delapan belas jalan" Buddha. Jalan ke dalam, terdapat Pagoda Ekayana, yang terdiri atas delapan tingkat. Dimana di depan pagoda terdapat juga patung nagaaaa.... Selain itu, juga terdapat Istana Kwan Im, yang istana nya bercat warna pink.

jajaran 18 patung arhats, pagoda, vihara


Pagoda

Istana Kwan In





Manado memang kota dengan banyak destinasi wisata. Dan apabila ada kesempatan datang ke Manado lagi....hohooo....saya pasti akan jalan-jalan berpetualang mengeksplorasi Manado kembali..^^


(WISATA KE) BUNAKEN - MANADO (PART I)

(WISATA KE) TARAKAN

Kali ini saya berjalan-jalan singkat di kota Tarakan. Kota ini sebelumnya termasuk dalam Provinsi Kalimantan Timur, namun karena adanya pemekaran wilayah, kota Tarakan menjadi bagian dari provinsi yang cukup baru, Kalimantan Utara. Untuk menuju kota Tarakan, saya transit dulu di Samarinda (Kalimantan Timur), lalu melanjutkan penerbangan ke kota Tarakan.

Makan Kapah
Karena hari sudah cukup siang, tujuan pertama saya ialah wisata kuliner... (yummyy....). Kalimantan sangat terkenal dengan kepitingnya, Kepiting Soka. Namun, karena sudah mencicipi kepiting ini di Kalimantan bagian lain, saya memutuskan untuk makan makanan laut lain, yaitu Kapah. Katanya kalo belum makan Kapah sama aja belum ke kota Tarakan. Kapah ini sejenis kerang, yang cangkangnya keras banget, dan kalo saya bilang hampir kayak keramik. Namun sayang, ketika saya tanya penjualnya, cangkang kapah ini hanya dibuang begitu saja, padahal pasti akan sangat bagus apabila di daur ulang....
Salah satu tempat yang banyak penjual makanan khas ini ialah di  pinggitran Pantai Amal. Lumayanlah sambil menikmati sepoi anginnya, kita bisa makan enak.. (hohooo...).







jajaran warung penjual kapah dan makanan laut lainnya

daging kapah ternyata cukup mungil dibanding besarnya cangkang..hehe

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekatan

Setelah kenyang, saatnya berjalan-jalan di kawasan hutan mangrove. Yang menarik dari tempat ini, ialah lokasi nya yang tepat di jantung kota Tarakan. Serasa ada hutan di kota, cukup menarik (jadi teringat Kebun Raya Bogor yang juga berada di pusat kota). Tiket masuknya pun terbilang cukup murah sebesar Rp3.000 untuk dewasa, Rp2.000 untuk anak-anak, dan Rp5.000 untuk mancanegara.


Menariknya lagi, banyak Bekatan yang hidup dan berkeliaran di hutan ini, namun mereka lebih banyak berkeliaran di atas pohon. Selain Bekatan, banyak juga dibudidayakan hewan lain.





Rumah Adat 

Dari wisata kuliner, wisata alam, saatnya berpindah ke wisata adat. Yups, jangan lupa untuk ke Kawasan Wisata Adat (Baley Amiril Djamaloel Qiram) . Di kawasan ini terdapat beberapa rumah adat dari kota Tarakan.
Selain itu, apabila mau membeli yang khas (Selain makanan) dari Tarakan, bisa dibeli di kawasan ini. Ada satu toko yang menjual beraneka ragam kain, baju, kaos, dan suvenir lainnya.

rumah adat ini berada paling depan dan pengunjung dilarang masuk ke rumah adat




toko oleh-oleh di sekitar kawasan



(WISATA KE) CANDI MUARO JAMBI


Sentra Keramik : Gang Mega (Pasar Sitimang atau Pasar Jambi)

Kali ini saya berkesempatan melihat-lihat kota Jambi, namun waktu yang saya punya hanya setengah hari saja (hiks....). Tempat pertama yang saya kunjungi ialah tempat yang banyaaak keramiknya. Jambi sangat terkenal dengan keramiknya,, jadi ini yang bikin saya penasaran....

Salah satu tempat yang banyak menjual keramiknya ialah di Pasar Jambi, letaknya di  belakang Bioskop Mega,, mungkin karna itulah tempat ini dikenal dengan nama Gang Mega....
Saya benar-benar menyusuri pasar ini, masuk dari gang ke gang... mulai melewati penjual baju-baju, penjual buah-buah, menyebrang, masuk ke gang... ketemu penjual jilbab, dan akhirnya masuk juga gang penjual keramik... (heheee...salah saya sih, mau mendramatisir perjalanan ke gang penjual keramiiik....).

Ketika sudah masuk kedalam, kita bakal nemuin jejeran toko yang menjual banyak keramik, mulai dari vas, aneka peralatan makan, hingga pajangan yang terbuat dari keramik. Diantara keramik itu, banyak yang katanya keramik import dan dijual dengan harga miring. Kalo mau beli disini jangan lupa tawar-menawar yaa...(ingat,,ini pasaaarrr bukan supermarket,,heheee....)

dipiliiih...dipiliiiiih......

aneka keramik dengan nuansa emaas....xoxooo..

 Candi Muaro Jambi

Setelah puas melihat-lihat keramik, saya menuju ke Candi Muaro Jambi. Letak Candi ini enggak begitu jauh dari bandara, jadinya enggak masalah buat saya mampir sebentar ke area Candi. Di perjalanan menuju Candi, saya melewati jembatan batanghari, yang termasuk salah satu ikon dari kota Jambi ini...


Candi ini sangaaat amat luas... sampai saat ini, mungkin ini kawasan Candi terluas yang pernah saya singgahiii... Ada banyak Candi yang bertebaran di kawasan ini, diantaranya Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedato dan Candi Koto Mahligai. Selain bertebaran Candi (banyak candi yang sudah tidak utuh bentuknya, namun tetap dipertahankan keasliannya,, widiiih),, juga terdapat danau, kolam, dan bahkan sungai. Mungkin karna itulah kawasan candi ini amat sangat luaaasss.... Cara melihat semua candi? tenang... disekitar kawasan ini banyak rental sepeda. Sepeda yang ditawarkan termasuk sepeda yang cukup bagus,,, cukup nyaman untuk keliling Candi, yang perlu dikhawatirkan ialah cuacanya cukup tropis alias panas...hohooo....

deretan sepeda untuk disewa...gowes..gowes....

peta kawasan candi



Candi Tinggi
kembar batu
diantara reruntuhan Candi Asano




Kolam Telagorajo
Selain keramik dan wisata alamnya, ada lagi oleh-oleh yang saya bawa dari Jambi... Saya membeli kopi khas jambi (kebetulan temen saya nitip) >> katanya kopi di Jambi ini terkenal juga, lalu untuk nyokap, karna termasuk pecinta teh, saya bawain teh celup kayu aro... Teh ini asli jambi, tepatnya di Kerinci (katanya pemandangan alam di Kerinci itu baguuuuss.....#pingin ksana jadinya). Perkebunan teh di Kerinci ini, seperti hal nya Candi Muaro Jambi, sangat amat luaaas.... namun saya harus bersabar mengulas tentang hal ini, menunggu kesempatan berkunjung ke Kerinci (sabaaarrrr....^0^).

(WISATA KE) HONGKONG (- MACAU) - Part III

Ini hari keempat dan hari terakhir saya bermain di Hongkong...hikss..... Karena udah sampai Hongkong, saya dan teman-teman memutuskan untuk menyebrang sebentar ke Macaaauuuu..... Jadi agenda hari ini half day ke Macau....smile.....

Hongkong-Macau

Saya ke Macau menggunakan kapal ferry. Kali ini saya dan teman-teman mencoba naek bis sampai ke pelabuhan, alternatif perjalanan bisa dengan dengan MTR menuju ke Sheung Wan (jetfoils to Macau). Tiket ferry, bisa langsung di beli disana. Saya hanya membeli tiket berangkatnya saja, soalnya kapal Ferry tujuan Hongkong-Macau dan sebaliknya, cukuplah banyak. Untuk tiket Macau-Hongkong langsung saya beli waktu saya mau pulang dari pelabuhan di Macau. Di hari biasa (weekdays), Harga tiket Hongkong-Macau untuk Super Class sebesar HKD 309 dan Economy Class sebesar HKD 179.

Sedangkan untuk hari libur (weekend), Super Class di harga HKD 330 dan Economy Class di harga HKD 172. Kalo untuk tiket Macau-Hongkong, buat hari biasa, Super class sebesar HKD 298, dan economy class sebesar HKD 148. Buat hari libur, super class di harga HKD 319, dan economy class diharga HKD 161. Saran saya lebih baik memilih yang kelas ekonomi saja (hahaaaaaa!!!!), soalnya kelas ekonomi pun sudah cukup nyaman, kapal ferry nya pake AC kok...hehe,, selain itu, karena kurang tidur, saya dan teman-teman benar-benar menghabiskan waktu 2 jam perjalan di ferry dengan tidurrr....xixixiiiiii......


Venetian Resort

Setelah melewati imigrasi, tujuan pertama saya di Macau ialah mau melihat gondola ala venecia di Venetian Resort (itung-itung pemanasan sebelum ke Eropa :D...). Sayangnya, Macau kurang informatif dibandingkan Hongkong. Karena kebingungan, saya dan teman-teman perlu berkali-kali bertanya ke orang, karena kurangnya petunjuk arah yang ada...(fuih,,.).

Dari pelabuhan, jalan menuju terminal ferry, tempat bus-bus dari beberapa hotel-hotel besar di Macau. Setelah itu, pilihlah bis yang menuju Venetian Resort. Tenang saja, semua bis disini disediakan gratis oleh Hotel-Hotel masing-masing. heheee, jadi jangan malu dan ragu buat naik bus....hahaaa,,,

Kalo udah berbicara tentang Macau, pasti yang bakal terlintas pertama adalah...casino, yupps, banyak banget Casino di Macau, termasuk di hotel-hotel...dan hotel sini juga. Hehe,, karna pingin liat Casino, di sini saya dan teman-teman berkeliling sebentar, masuk ke dalam Casino...(berasa ada di pilm God of Gamblers....HOHOHOOO...). Boleh masuk kasino,, asal enggak photo2,, plus lapor dulu ma bapak yang jaga pintu masuk kasino...(aseek2...).
Selain kasino, interior design di lantai paling atas...fuuuuiiih...bagus banged. Disini pas banget buat photo-photo....



Interior Design -nya kereeeeennn.....

lagi photo...eh,, ada penduduk lokal yang ikuuut...(hayuuuuk)
Senado Square

Setelah dari hotel venecia, saya naek bus menuju ke Terminal pelabuhan kembali (gratis juga). Lalu, kita naek bis (kalo g salah nomor 023,, tapi g yakiiin). Disini kita bisa melihat bangunan bersejarah berupa gereja, dan disekelilingnya banyak banget penjual oleh-oleh, baik makanan ataupun barang merek yang ada di Indonesia. Saran saya kalo mau beli barang ini, cek dulu harga di Indonesia ya....Saya masuk ke toko Giordano dan Swatch....(wuuuiiihhh, ngiler pingin beliii...)









Fisherman's Whaf

Dari Senado, kembali naek bis menuju ke Pelabuhan. Fisherman's Whaf lokasinya deket dengan pelabuhan, sekitar 10 menit dengan jalan kaki. Disini kita bisa photo-photo lagiiiii..... wooow,,  macau penuh spot photo yang gratis, hiiiiii....






Macau-Hongkong
Avenue of Star 

Dari Sheung Wan, kita naek MTR jurusan central, lalu transit ke arah Tsim Sha Tsui. Nah, dari station kita jalan agak cukup lumayan (hahaa....olahraga malam). Sambil jalan, kita bisa melihat sekilas kehidupan belanja di Hongkong ini...,, banyak banget berjejer toko-toko barang branded gitu deh...hermes, channel, dior, louis vuitton.... bikin ngilerrr,, dan bikin syook...soalnya banyak banget antrian buat masuk ke toko-toko ituuu...(wooow).

Selain itu, perjalanan kesana bakal melewati Clock Tower, Hongkong Space Museum dan hongkong Museim of Art plus gedung-gedung Hongkong yang penuh gemerlap lampu,,hehe.... Kebetulan saat saya kesana, digedung Grand Theater deket dengan Clock Tower ada acara Hongkong Film Award. Sayang banget,, udah penuh orang, jadi enggak bisa liat siapa aja aktor-aktris yang lagi jalan di Red Carpet...(hikssss...).


Hong Kong Film Award dan Clock Tower beserta penonton di pinggiran Red Carpet
Hongkong Museum of Art
Hongkong Space Museum
Kereeennya...hahaaa



Setiap jam 8 malem di Avenue of Star akan ada pertunjukan Symphony of Light, dan sebelum jam 8, udah banyak orang yang pasang posisi buat nonton pertunjukan lampu-lampu itu. Untunglah, saya dan teman-teman masih bisa nonton di posisi paling depan langsung.




Symphony of light berlangsung cuman sekitar 1 jam. Dan dimulailah perjalanan (benar-benar jalan) yang melelahkan...(heheee...). Tadinya, saya dan teman-teman niatnya mau pulang menggunakan bis, biar jalannya ke penginapan enggak begitu jaoh...ehhh....udah mutar-muter cari bis, ternyata bis nya udah enggak ada...HAHAAA....cuman ampe jam 8 malem, akhirnya terpaksa kami berjalan kembali ke stasiun, naek MTR kembaliii......


Hongkong-Bandara (Kembali ke Jakarta)

Yup, Hari kelima....saatnya pulang (enggaaak relaaaa...hiiiks). Dari Penginapan kami naek bis ke airport, biayanya cukup mahal sekitar HKD 40. Jika Octopus Card nya mau dituker sama sisa duit, bisa ditukerin di bandara atau kalo masih ada sisa bisa kita abisin di beberapa toko souvenir di sini. 

Disini juga bisa beli oleh-oleh coklat atau permen-permen yang serba manis, saya beli di Aji Ichiban. Kemudian Saya juga membeli beberapa magnet lucu, hehe...soalnya yang diladies market kan pasaran banged... Trus, ternyata di bandara juga ada toko disneyland. Bagi yang enggak sempet atau kelupaan beli, bisa beli disini. Hebatnya, enggak sama kayak bandara kita, hiiikkkks,,, harga di Bandara sekaligus diskonnya sama kayak tokonya di Disneyland langsung. Barang yang diskonan ternyata lebih lengkap di bandara, dari segi jenis dan ukurannya...hahaa...terpaksa beli deh....
Akibat terlena di toko disneyland, saya harus lari-lari karna ternyata letak pesawatnya cukup jaoh...hehee...harus naek kereta dulu, walaupun hanya sebentar aja naek kretanya...

Sama seperti perjalanan berangkat, karena mengejar harga murah, saya dan teman-teman harus transit cukup lama di Singapura. Begitu sampai Singapura, hal yang pertama kami cari adalaaah....nasi lemaaaak... kangeeen nasiiii (#sambil jedot2 tembok saking malunya,,,hahaa....). maklumlah, kami masih orang Indonesia asli...hihiiii....

Sesudah itu, kami sholat dan berpencar mencari oleh-oleh lagi...hohooo... ada yang ke Charles n Keith, ada juga yang beli macam-macam coklat lagi...termasuk sayaa..beli 2 gratis 1...heheee,,

Daaann....yuppps, liburan besaarr kali ini selesaaai....bersiap menanti liburan-liburan selanjutnya.....ihiiirrrr....



Cerita Jalan2 Lainnya :

(WISATA KE) HONGKONG PART 1PART 2

(WISATA KE) KOREA PART 1PART 2 , PART 3,  PART 4 , PART 5,
                                        PART 6PART 7PART 8PART 9