(WISATA KE) PAHAWANG ISLAND - LAMPUNG

Ini perjalanan saya di bulan Oktober tahun 2013 kemaren. Perjalanan ini sebelumnya sempet gagal beberapa kali, untungnya terakhir diambil kesimpulan, yang penting berangkat walopun orangnya enggak banyak. 

Perjalanan ke Pawahang, benar-benar petualangan yang jauh dari kenyamanan...hahaaa...bayangin aja, saya dan teman-teman harus gonta-ganti angkutan sebelum nyampe ke Pahawangnya, dan nginepnya...bukan hotel maupun losmen,, cukup tenda...(fiuuuhhhh.....!!!). Pahawang ini terletak di Lampung (ternyata di Lampung banyak tersebar pulau-pulau...wooow), jadi selain menggunkan pesawat, alternatif perjalanan bisa menggunakan kapal penyebrangan dari Pelabuhan Merak.

Pelabuhan Merak-Bakaheuni-Tj.Ketapang-Klagian-Pulau Pahawang

Dan petualangan saya dimulai dari ambil sewaan tenda dan ditemai sama nyamuk2..T_T (harga tenda Rp32.500/hari), dan nunggu bis jurusan Merak di sekitar daerah Slipi. Bis jurusan Merak ini ada yang Patas AC dan yang biasa alias AC alam, saran saya sih enakan yang AC, soalnya perjalanan ke Merak lumayan cukup jauh (sekitar 2 jam apa ya?). Ongkos bis per orangnya Rp25.000. 

Dari sini, saya dan temen2 jalan menuju ke Pelabuhan Merak, dan cukup membayar Rp20.000 untuk biaya masuknya. Disini antrian kita terpisah dengan bis-bis, jadi cukup nyamanlah. Strategi naek kapal ini, antri di depan antrian masuk kapal, lalu begitu ada kapal langsung cari yang kelas eksekutif (pokoknya kelas yang ada AC-nya). Kelas ini banyak di incer sama penumpang lainnya, jadi begitu masuk siapkan tempat, khususnya tempat yang nyaman buat kita tidur. Incer tempat yang lesehan (bukan yang di kursi), jadi tidur lebih nyaman. Lama perjalanan sekitar 2 jam, dan biaya kelas ini Rp10.000. Ketika kapal udah jalan, bakal ada petugas yang nagih Rp10.000/orang dan enggak segan-segan mbangunin kita...heheee.....

Begitu nyampe Pelabuhan Bakaheuni, saya tinggal ngubungi persewaan mobil kami, yang udah siap sedia njemput. Harga sewa mobil sekitar Rp800.000 (Bakaheuni-Ketapang-Bakaheuni). Saran saya lebih baik pesan sebelum berangkat. Estimasi kumpul di Slipi jam 11-an malem (tenang..banyak orang yang nunggu dan naek bis ini) dan nyampe ke Bakaheuni jam 4 pagi. Dari sini kita naek mobil (dan nerusin bobo) selama 4 jam menuju ke Ketapang. Jangan lupa berhenti Sholat Subuh di pom bensin (dan boleh sekalian makan juga di kawasan pom bensin). Jangan lupa juga infokan penjemputan pulangnya (dari Tj.Ketapang ke Bakaheuni) sama sopir mobil sewa.

Dari sini, perjalananan belum selesai. Setelah sampai di Tanjung Ketapang, pak yanto (atau yang mewakili...maap lupa namanya, kontaknya ilang) udah siap menjemput kita pake boat kecil  ke Pulau Klagian Besar (tempat kita menginap). Kapal ini yang bakal kita pake jalan-jalan ke Pulau Pahawang nantinya. Nyebrangnya enggak butuh waktu lama, cukup 15 menit aja, dan sampailah kita di Pulau Klagian....

Dermaga Pulau Klagian

Pulau Klagian ini pualu yang dikelola oleh TNI-AL. Di sini termasuk pulau yang tak berpehuni sebenernya. Ada kamar sebanyak 2 kamar dan 1 kamar kecil di samping warung yang untuk di sewakan. Kalo pingin jajajnan atau ngemil mie instan bisa beli di warung juga loh...buka hampir 24 jam. Orang yang njaga,  semuanya bukan tinggal di pulau ini, namun ketika ada yang bakal nginep disini, mereka baru nginep di Pulau ini juga.

Begitu nyampe di sini, kita langsung bikin tenda...2 tenda, satu tenda buat cowok, satu buat cewek. Untung tendanya bukan serumit yang buat pramukan jaman SMA dulu, hehe.... Begitu selesai kita langsung ganti kostumdan mulai menjelajah Pulau sekitar.... Oh, ya. disini ada 4/5 kamar mandi, tapi kalo kita kesana jangan lupa mbayar Rp1000, trus listrik disini cuman hidup diwaktu malam pakai Genset.

tenda dipinggir pantai...huuuuiiih........^^
Destinasi awal kita ialah menuju ke pualu Klagian kecil/Maitem, dan makan siang serta beli kelapa muda. Kalo di Pulau ini banyak penghuninya. Setelah kenyang makan siang yang kita bawa dari Klagian besar, kita menuju ke Pulau Tanjung Putus, dan snokeling di daerah tersebut. Menurut saya, bawah laut di sini cukup menarik, terumbu karangnya cukup besar-besar, namum sayangnya kurang berwarna. Bukan hanya karang yang besar, saya juga melihat beberapa ikan nemo yang ukurannya agak besar juga....

Selanjutnya, kami ke destinasi berikutnya, yaitu Pulau Pahawang. Menurut saya dan teman-teman, daya tarik perjalanan kami bukanlah bawah lautnya, melainkan keindahan pinggiran pantainya. Salah satunya bisa kita liat di Pulau Pahawang ini. Sediakan waktu beberapa menit buat duduk di pinggiran pantai anatara pasir dan laut, menghirup udara alam dan nikmati keindahan alamnya--langit,udara, dan lauut (hahaaaa,,,jangan sampe ketiduran tapinya....). Bahkan saya sempet sholat di pinggiran pantai (^0^).






yeeeaah...maen-maen.....

ada bintang laut yang lagi lewat,,unyuuu...^^

Puas maen-maen, sebelum menginjak petang, kami cari ikan dan beberapa hasil laut di tambak. Jadi kami langsung beli ikan langsung di tambaknya, buat di bakar nanti malam.....huuuuuiiiii...asek,,

Ketika malam, kita juga bisa menikmati keindahan pinggir pantai.... di pinggiran pantai banyak terdapat pondokan terbuka gitu, sambil duduk-tiduran bisa kita nikmati desiran ombak pantai...wuuuiiih....asek lah pokoknya. Kalo kuat angin malam laut, boleh juga tidur disini, kalo saya, karna takut masuk angin, tetep tidur di tenda...hehe...jangan lupa bawa sleeping bag (atau sewa sekalian) dan matras....

Pulau Gusung-Pulau Tegal
Begitu pagi, saya dan temen-temen menyempatkan diri duduk si pinggiran dermaga. Selanjutnya, (dengan masih pake baju buat menjelajah laut yang sama >> waktu malem di jemur diatas tenda...#tepok jidat), menuju Pulau Gusung, dan snokeling di Pulau Tegal. Sama seperti tempat laen (contohnya Karimun Jawa), Pulau Gusung ini kayak segepok tumpukan pasir ditengah laut, dan ketika pasang, pulau ini udah tenggelam oleh air laut. Hati-hati juga kalo snokeling disini, karna bisa juga kena ubur-ubur. Tapi saya waktu kesini enggak kena sih, atau mungkin karna saya pakai baju panjang juga sih.....^^

di pinggiran dermaga....


di ambil di atas kapal..di atas spot snorkeling...

Dan selesai juga waktu maen kita....balik ke Pulau Klagian Besar, mandi, mberesin tenda, dan bayar administrasinya >> bayar masuk Klagian (Rp3.000) dan uang kebersihan (jangan pelit2 ya.....hehe), bayar uang makan selama disana (sekitar @ Rp17.000), bayar sewa kapal selama 2 hari (Rp 1 juta), dan bayar sewa alat snorkeling nya (Rp35.000). Huuaaa...asiiik,, petualangan menyenangkan, murah dan singkat.......makasiiih teman-teman...#luv it,,

di kapal - wajah capek bahagia waktu balik
info tambahan :
sewa kapal + info pesen makan + alat snorkeling : Pak Yanto (081272832060)
rental mobil : Pak Azhari (081279175253)
sewa tenda + sleeping bag : lupa namanya...>>hehe 08128952270


(WISATA KE) BELITUNG ISLAND

(WISATA KE) TAMAN SAFARI INDONESIA - BOGOR

Setelah menjelajah daerah yang cukup jauh dari domisili saya, kali ini saya bermain di dekat Jakarta. Sebenernya karena enggak ada kerjaan aja, padahal ada dua hari tanggal merah, akhirnya saya dan teman-teman saya memutuskan untuk berpetualang menuju Taman Safari Indonesia di Bogor.

Walaupun cukup di Bogor, tapi saya dan teman-teman memutuskan untuk benar-benar berpetualang, mulai dari naek kereta hingga berganti-ganti angkot. Sebenernya sih biar ongkosnya murah aja (heheee.....). Karena itulah kami benar-benar memutuskan untuk pergi pagi-pagi hari. Pukul setengah tujuh pagi, kami sudah ada di Stasiun Cawang, untuk menuju ke stasiun Bogor. Disini bagi yang belum mempunyai kartu masuk kereta, bisa di beli/pinjem kartu di sini dengan tiket sekali jalan Rp3.500 dan jaminan kartu Rp5.000 (uang akan kembali jika kartu dikembalikan di loket). Perjalanan di kereta hampir memakan waktu satu jam, dan untunglah karena bukan hari biasa, kereta enggak begitu rame, jadinya saya bisa duduk dan tiduurr...hehe...

Sesampainya di stasiun, saya dan teman-teman membeli roti maryam untuk mengganjal perut, maklum, karena takut macet dan belum lagi gonta-ganti angkot, kami memutuskan untuk enggak makan pagi dulu di Stasiun. Tapi sebenernya, kalo mau makan dulku sih enggak apa-apa. Di pintu keluar stasiun ada beberapa penjual, seperti penjual bubur ayam, ketupan sayur, sampai asinan bogor....

Setelah keluar dari stasiun, saya naik angkot warna hijau nomor 03 menuju terminal baranang siang. Jarak dari stasiun ke terminal tidak terlalu jauh, dan cukup membayar Rp2.500. Saya berhenti tepat di sebrang terminal dan tidak perlu menyebrang ke dalam terminalnya. Dari sini, saya naik angkot berwarna biru jurusan ke Ciawi. Bilang saja mau berhenti di Tajur dan mau naek angkot jurusan ke Cisarua. Jaraknya cukup jauh dan ada macet di beberapa titik. Biaya angkot sebesar Rp4.000. Sebenernya, dari rumah saya dilewatin APTB jurusan Jakarta-Ciawi, tapi menurut saya dan teman-teman akan lebih cepat kalo naek kereta, karena belum pernah juga naek APTB jurusan ini.

Dari sini, kita naek angkot (lagiiiii....) jurusan ke Cisarua. Biar aman, jangan lupa bilang mau turun di Taman Safari. Sebenarnya angkot ini cuman sampai pertigaan masuk Taman Safari, tapi supirnya menawarkan untuk mengantar sampai Taman Safari. Akhirnya kami setuju, karena dari pertigaan jalan sampai ke Taman Safari, jaraknya cukup jauh, dan bisa ditempuh dengan ojek (kisaran biaya ojek disitu sekitar Rp20.000). Diperjalanan menuju ke Taman Safari, bisa dilihat banyak penjual yang menawarkan wortel. Jika ingin memberi makan hewan, lebih baik beli wortel, tapi karena males bawanya, kami memutuskan untuk tidak membeli. Ternyata si Supir hanya mematok harga Rp8.000 per orang, dengan rincian Rp5.000 sampai pertigaan ditambah Rp3.000 untuk sampai Taman Safari (hohoo...untung enggak mahal-mahal). Yang perlu diperhatikan ialah jam buka-tutup di daerah Puncak.

SABTU : 
Satu arah naik : Jakarta >> Puncak (Pkl. 09.00 s.d 11.30 WIB)
Satu arah turun : Puncak >> Jakarta (Pkl. 15.00 s.d 17.00 WIB)

MINGGU/LIBUR NASIONAL
Satu arah naik : Jakarta >> Puncak (Pkl. 09.00 s.d 11.30 WIB)
Satu arah turun : Puncak >> Jakarta (Pkl. 15.00 s.d 18.00 WIB)

Safari Malam (Buka Sabtu Malam atau hari spesial)
Satu arah Puncak : Pkl. 17.30 s.d 18.30)

Kemudian, saya dan teman-teman jalan menuju loket tiket masuk. Harga tiket masuk untuk dewasa Rp140.000 dan untuk anak-anak (1-5 tahun) Rp130.000. Di sini kita akan mendapat peta juga. Selanjutnya, menuju ke Bus Station. Disini ada bus gratis yang bisa pengunjung pakai untuk jalan-jalan melihat binatang. Maklum binatang ini tidak dikandang (kecuali beberapa binatang), namun dibiarkan hidup berkeliaran secara bebas. Pegawai Taman Safari pun banyak menyebar di kawasan tersebut. Namun sayang, beberapa bianatang buas terlihat terlalu malas-malasan dan mungkin mengantuk, entah mungkin karena siang hari....hiks. Katanya, kalo safari malam, binatang buas ini banyak yang bersuara termasuk mengaum denagn matanya yang menyala...hmm...menegangkan juga, sayangnya apabila malam, mungkin kecantikan hewan-hewan ini (termasuk coraknya) enggak terlihat secara jelas. 







Banyak binatang buas yang lagi males-malasan di siang hari

beberapa hewan hidup berdampingan


Selanjutnya, bus memberhentikan kita bukan diarea semula, namun berhenti di area rekreasi, mulai dari taman bermain, naik hewan (kuda, gajah, bahkan unta), dan berbagai pertunjukkan hewan (lokasi dan jam pertunjukan berbeda setiap jenis pertunjukan). Karena hari sudah siang, kami memutuskan makan siang terlebih dahulu di Rain Forest Resto, dan sholat di sekitar kawasan tersebut. Jika beruntung dan jam pertunjukkan yang pas, sembari makan kita bisa melihat pertunjukkan keahlian gajah tersebut (lokasinya persis di depan resto). 

Tempat pertunjukan gajah dari atas Rain Forest Resto



Selanjutnya, setelah makan, saya menuju ke kawasan baby zoo. Dikawasan ini, kita bisa melihat beberapa hewan (yang tentu saja dalam kandang), dan bisa berfoto dengan bayi hewan. Untuk berfoto dengan bayi orang utan dikenakan biaya Rp20.000 dan untuk bayi hewan lain dikenakan biaya Rp15.000.

baby animal di baby zoo....luv it

macan dengan corak yang menarik di kawasan baby zoo

benar-benar kayak kucing besar ajaa....

Dari sana kami memilih untuk menonton 4D, lokasinya di dekat resto tadi. Biayanya cukup mahal sebesar Rp50.000 dan waktu pertunjukkan enggak begitu lama. Selanjutnya, kami berencana yang gratis-gratis saja, kebetulan ada kereta gratis (pantesan antriannya enggak pendek). Saya pikir kereta ini hanya mengelilingi lebih banyak dari kawasan baby zoo, namun ternyata ketika memasuki trowongan, ada kejutan yang enggak saya kira.

Kemudian, saya jalan ke atas menuju tempat permainan. Saya dan teman-teman memilih masuk ke rumah hantu 3D (yang kebetulan gratis juga). Cukup sebentar juga permainannya. Disebelahnya, ternyata ada tempat menonton 8D dnegan waktu 20 menit dan harga Rp30.000 (hiks, lebih murah.....). Untuk permainan histeria ternyata sedang ada perbaikan, jadi terpaksa enggak bisa main teriak disini.

Selanjutnya, kami menonton pertunjukkan drama yang memperlihatkan kekompakan manusia dan hewan, dan mengajarkan kita untuk mencintai hutan demi kelangsungan hewan didalamnya juga. Dan karena sudah mau terlalu sore, perjalanan kami di tutup dengan menoton sirkus akrobat yang selesai sekitar Pkl 17.00.

pertunjukan kekompakan hewan-manusia yang ramai pengunjung

Kelincahan sirkus akrobat

Ini bagian bingungnya, karena enggak tau bagaimana balik ke bus station atau pintu masuk Taman Safari. Sayangnya, dikawasan ini kurang informatif, karena petunjuk arahnya yang cukup sedikit. Karena kami melihat ada tempat "Shuttle Bus", dengan polosnya kami rebutan naik, dan ternyata bus itu menuju parkir G (tujuan parkir G-tempat rekreasi PP). Dan kami tersesat di negara sendiri...di Bogoor....(hahaaaa......). Karena bingung, kami bertanya ke supir bus itu. Ternyata, harusnya dari tempat rekreasi itu, kami menunggu bus yang mengantar kami jalan-jalan itu datang, dan memang agak lama menunggunya. Akhirnya kami naek bus tersebut lagi, lalu di antar di pertigaan. Dari pertigaan itu kami jalan sebentar dan akhirnya ketemulah pintu masuk Taman Safari.

Dari sini, ada ojek ataupun angkot yang bisa mengantar kita sampai pertigaan (Rp5.000 untuk angkot), dan kita sambung angkot Cisarua-Ciawi, dst. Di dalam angkot sudah ada 4 orang, ditambah kami menjadi 8 orang. Supir angkot menawarkan mengantar sampai Baranang Siang. Setelah nego, didapatkan biaya Rp25.000 per orang (Rp200.000 satu angkot). Di sela perjalanan, kami berhenti sebentar untuk membeli oleh-oleh. Dari baranang siang, kami ke stasiun, dan naek kreta menuju Jakarta. Sesampainya di Stasiun Cawang, kami menukarkan kartu kereta nya, lumayan dapet Rp20.000 untuk modal naek taksi sampai rumah kami....hohooooo.....

(WISATA KE) MANADO (PART II)

Setelah sebelumnya berpetualang ke Bunaken (WISATA KE) BUNAKEN - MANADO (PART I), sekarang saya memutuskan untuk menjelajah bagian daratan dari Manado. Karena waktu yang terbatas dan sedikit senggak terencana, saya memutuskan untuk menyewa mobil dari hotel. Ternyata mereka punya paket-paket perjalanan wisata, fuih...menarik.... Jadi selain Bunaken, mereka menawarkan berbagai paket tujuan wisata lain di Manado. 

Ada dua paket wisata yang membuat saya tertarik, Paket Perjalananan ke Minahasa dan Paket Perjalanan ke Bitung. Dan saya akhirnya memutuskan ke Minahasa (hahaaa....). Untuk paket perjalanan ke Bitung (Bitung Tour) berisi perjalanan ke Waruga (kuburan batu >> situs tertua kebudayaan Minahasa tempo dulu), Naimudung Animal Collection (disini bisa melihat Tarsius Spectrum >> hewan khas Sulawesi Utara dengan mata yang menarik,,hoho...., juga ada kera hitam, dan teman-temannya yang lain), dan mengunjungi Pelabuhan Bitung, yang katanya merupakan salah satu pelabuhan alam terbaik di Indonesia.


Perjalanan ke Minahasa (Desa Tinoor-Tomohon-Danau Tondano)

Destinasi awal ialah melihat pemandangan Kota Manado di Desa Tinoor yang tingginya 500 m dari dasar laut. Selanjutnya akan melewati Kota Tomohon, yang disebut juga sebagai Kota Bunga. Perjalananan menuju ke Kota Tomohon dari Desa Tinoor juga banyak pemandangan yang seru. Lalu akan melewati Desa Woloan, dimana di desa ini banyak rumah kayu Minahasa. Ternyata rumah-rumah ini dijual, dan kita bisa memilih model dari rumah kayu yang dipamerkan di sisi jalan. Setelah itu, saya menuju ke Danau Tondano. Danau ini cukuplah luas. Selanjutnya ada Danau Linow. Berbeda dengan danau Tondano, danau ini berisi sulpur dan bisa berubah warna. Namun sayang, menurut saya danau ini tidaklah sebagus yang ada di brosur.





hasil anyaman bambu yang dijual oleh warga dapat ditemui diperjalanan

salah satu pemandangan sewaktu perjalanan

luasnya Danau Tonado (Dan enceng gondok yang memenuhi pinggiran)

jika ingin berolah raga, di tepi danau ada tempat pariwisata yang menyewakan bebek (hohoo...)

jajaran rumah kayu minahasa untuk dijual

Vihara Buddhayana

Sebenarnya setelah dari Danau Tondano, perjalanan di lanjutkan ke Bukit Kasih, namun karena terbatasnya waktu (hehe...mengejar pesawat...lagiiii...) dan lokasi Bukit Kasih yang lumayan jauh, saya memutuskan untuk tidak kesana.. Katanya di Bukit Kasih terdapat 5 bangunan ibadah dari 5 agama di Indonesia yang dibangun berdampingan (Masjid, Gereja Katolik, Vihara Buddha, Pura, Gereja Protestan). Semua bangunan ini mencerminkan bahwa masyarakat di Sulawesi Utara hidup dalam harmoni walaupun berbeda agama.

Manado memang mempunyai banyak tempat wisata, walaupun saya gagal menuju Bukit Kasih, atas saran supir yang mengantar saya, saya beralih destinasi ke Vihara Buddhayana, yang letaknya di Tomohon, sejalan dengan perjalanan pulang menuju bandara.

Di kawasan depan Vihara ini berjejer 18 patung Lohan atau Arhats, yaitu pengikut "delapan belas jalan" Buddha. Jalan ke dalam, terdapat Pagoda Ekayana, yang terdiri atas delapan tingkat. Dimana di depan pagoda terdapat juga patung nagaaaa.... Selain itu, juga terdapat Istana Kwan Im, yang istana nya bercat warna pink.

jajaran 18 patung arhats, pagoda, vihara


Pagoda

Istana Kwan In





Manado memang kota dengan banyak destinasi wisata. Dan apabila ada kesempatan datang ke Manado lagi....hohooo....saya pasti akan jalan-jalan berpetualang mengeksplorasi Manado kembali..^^


(WISATA KE) BUNAKEN - MANADO (PART I)

(WISATA KE) TARAKAN

Kali ini saya berjalan-jalan singkat di kota Tarakan. Kota ini sebelumnya termasuk dalam Provinsi Kalimantan Timur, namun karena adanya pemekaran wilayah, kota Tarakan menjadi bagian dari provinsi yang cukup baru, Kalimantan Utara. Untuk menuju kota Tarakan, saya transit dulu di Samarinda (Kalimantan Timur), lalu melanjutkan penerbangan ke kota Tarakan.

Makan Kapah
Karena hari sudah cukup siang, tujuan pertama saya ialah wisata kuliner... (yummyy....). Kalimantan sangat terkenal dengan kepitingnya, Kepiting Soka. Namun, karena sudah mencicipi kepiting ini di Kalimantan bagian lain, saya memutuskan untuk makan makanan laut lain, yaitu Kapah. Katanya kalo belum makan Kapah sama aja belum ke kota Tarakan. Kapah ini sejenis kerang, yang cangkangnya keras banget, dan kalo saya bilang hampir kayak keramik. Namun sayang, ketika saya tanya penjualnya, cangkang kapah ini hanya dibuang begitu saja, padahal pasti akan sangat bagus apabila di daur ulang....
Salah satu tempat yang banyak penjual makanan khas ini ialah di  pinggitran Pantai Amal. Lumayanlah sambil menikmati sepoi anginnya, kita bisa makan enak.. (hohooo...).







jajaran warung penjual kapah dan makanan laut lainnya

daging kapah ternyata cukup mungil dibanding besarnya cangkang..hehe

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekatan

Setelah kenyang, saatnya berjalan-jalan di kawasan hutan mangrove. Yang menarik dari tempat ini, ialah lokasi nya yang tepat di jantung kota Tarakan. Serasa ada hutan di kota, cukup menarik (jadi teringat Kebun Raya Bogor yang juga berada di pusat kota). Tiket masuknya pun terbilang cukup murah sebesar Rp3.000 untuk dewasa, Rp2.000 untuk anak-anak, dan Rp5.000 untuk mancanegara.


Menariknya lagi, banyak Bekatan yang hidup dan berkeliaran di hutan ini, namun mereka lebih banyak berkeliaran di atas pohon. Selain Bekatan, banyak juga dibudidayakan hewan lain.





Rumah Adat 

Dari wisata kuliner, wisata alam, saatnya berpindah ke wisata adat. Yups, jangan lupa untuk ke Kawasan Wisata Adat (Baley Amiril Djamaloel Qiram) . Di kawasan ini terdapat beberapa rumah adat dari kota Tarakan.
Selain itu, apabila mau membeli yang khas (Selain makanan) dari Tarakan, bisa dibeli di kawasan ini. Ada satu toko yang menjual beraneka ragam kain, baju, kaos, dan suvenir lainnya.

rumah adat ini berada paling depan dan pengunjung dilarang masuk ke rumah adat




toko oleh-oleh di sekitar kawasan



(WISATA KE) CANDI MUARO JAMBI


Sentra Keramik : Gang Mega (Pasar Sitimang atau Pasar Jambi)

Kali ini saya berkesempatan melihat-lihat kota Jambi, namun waktu yang saya punya hanya setengah hari saja (hiks....). Tempat pertama yang saya kunjungi ialah tempat yang banyaaak keramiknya. Jambi sangat terkenal dengan keramiknya,, jadi ini yang bikin saya penasaran....

Salah satu tempat yang banyak menjual keramiknya ialah di Pasar Jambi, letaknya di  belakang Bioskop Mega,, mungkin karna itulah tempat ini dikenal dengan nama Gang Mega....
Saya benar-benar menyusuri pasar ini, masuk dari gang ke gang... mulai melewati penjual baju-baju, penjual buah-buah, menyebrang, masuk ke gang... ketemu penjual jilbab, dan akhirnya masuk juga gang penjual keramik... (heheee...salah saya sih, mau mendramatisir perjalanan ke gang penjual keramiiik....).

Ketika sudah masuk kedalam, kita bakal nemuin jejeran toko yang menjual banyak keramik, mulai dari vas, aneka peralatan makan, hingga pajangan yang terbuat dari keramik. Diantara keramik itu, banyak yang katanya keramik import dan dijual dengan harga miring. Kalo mau beli disini jangan lupa tawar-menawar yaa...(ingat,,ini pasaaarrr bukan supermarket,,heheee....)

dipiliiih...dipiliiiiih......

aneka keramik dengan nuansa emaas....xoxooo..

 Candi Muaro Jambi

Setelah puas melihat-lihat keramik, saya menuju ke Candi Muaro Jambi. Letak Candi ini enggak begitu jauh dari bandara, jadinya enggak masalah buat saya mampir sebentar ke area Candi. Di perjalanan menuju Candi, saya melewati jembatan batanghari, yang termasuk salah satu ikon dari kota Jambi ini...


Candi ini sangaaat amat luas... sampai saat ini, mungkin ini kawasan Candi terluas yang pernah saya singgahiii... Ada banyak Candi yang bertebaran di kawasan ini, diantaranya Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedato dan Candi Koto Mahligai. Selain bertebaran Candi (banyak candi yang sudah tidak utuh bentuknya, namun tetap dipertahankan keasliannya,, widiiih),, juga terdapat danau, kolam, dan bahkan sungai. Mungkin karna itulah kawasan candi ini amat sangat luaaasss.... Cara melihat semua candi? tenang... disekitar kawasan ini banyak rental sepeda. Sepeda yang ditawarkan termasuk sepeda yang cukup bagus,,, cukup nyaman untuk keliling Candi, yang perlu dikhawatirkan ialah cuacanya cukup tropis alias panas...hohooo....

deretan sepeda untuk disewa...gowes..gowes....

peta kawasan candi



Candi Tinggi
kembar batu
diantara reruntuhan Candi Asano




Kolam Telagorajo
Selain keramik dan wisata alamnya, ada lagi oleh-oleh yang saya bawa dari Jambi... Saya membeli kopi khas jambi (kebetulan temen saya nitip) >> katanya kopi di Jambi ini terkenal juga, lalu untuk nyokap, karna termasuk pecinta teh, saya bawain teh celup kayu aro... Teh ini asli jambi, tepatnya di Kerinci (katanya pemandangan alam di Kerinci itu baguuuuss.....#pingin ksana jadinya). Perkebunan teh di Kerinci ini, seperti hal nya Candi Muaro Jambi, sangat amat luaaas.... namun saya harus bersabar mengulas tentang hal ini, menunggu kesempatan berkunjung ke Kerinci (sabaaarrrr....^0^).